Connect with us

Desa

Inspektorat Benarkan Telah Lakukan Audit Pendahuluan kepada Mantan Kades Ulak Pandan

Published

on

Lahat,SS.com – Berdasarkan surat dengan nomor 700/493/9/INSPEKTORAT/2020 tertanggal 17 September 2020 tentang penyampaian hasil audit pengelolaan keuangan Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat yang dilayangkan Inspektorat Kabupaten Lahat kepada SR alias W mantan Kepala Desa (Kades) Ulak Pandan periode 2014-2019, tim audit meminta agar SR alias W bertanggungjawab dan menindaklanjuti hasil audit tersebut dengan memberikan penjelasan atau klarifikasi kepada Bupati Lahat melalui Inspektorat.

Dalam surat permintaan klarifikasi tersebut dituangkan, dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat tentang pengelolaan keuangan dan aset Desa Ulak Pandan, Tim Inspektorat telah melakukan audit terhadap Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat Tahun Anggaran 2014 s/d 2019 berdasarkan Surat Tugas Inspektur Kabupaten Lahat Nomor 700/3045PT/INSPEKTORAT/2020 Tanggal 3 Jul 2020.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami sampaikan kepada Saudara hasil audit sebagai berikut : Point 1. Pengelolaan Pendapatan Penerimaan Desa Ulak Pandan dalam bentuk uang kas yang bersumber dari pihak ketiga (swasta perusahaan) selama periode 2014-2019 sebesar Rp 2.788.249.329,- (Dua Millar Tujuh Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Dua Ratus empat Puluh Sembilan Ribu Tige Ratus Dua Puluh Sembilan Rupiah dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan desa.

Penyimpangan dalam pengelolaan penerimaan bantuan Desa Ulak Pandan dari pihak ketiga (swasta perusahaan selama periode 2014-2019, yaitu A. Pendapatan Penerimaan Desa dan angka yang diterima dan pihak ketiga tidak dilakukan melalui atau disetorkan Rekening Kas Desa. B. Kemudian  Anggaran Pendapatan yang bersumber dari Pihak ketiga swasta perusahaan tidak pernah dicantumkan dalam APBDes dan D. Uang kas penerimaan dari pihak ketiga (swasta/perusahaan tidak pernah dilaporkan sebagai Realisasi Pendapatan Penerimaan Desa pada setiap akhir Tahun Anggaran.

Lalu pada point yang ke 2. Bantuan pihak ketiga perusahaan dengan total sebesar Rp. 187.551.100,- (Seratus Delapan puluh Juta Delapan Ratus Lima Puluh Delapan ribu Seratus Rupiah) tidak tercatat sebagai penerimaan desa dan atau belum jelas peruntukannya, belum dapat ditelusuri penggunaannya. Yaitu : -Pembayaran di PT Bumi Merapi Energi PTDE) untuk Batu Bara jalan adat sebanyak 2 Iwan dengan nilai masing-masing Rp. 32.870 300, dan Rp. 54.978 000 dan – Pembayaran oleh PT Lahat Pulau Pinang Bara Jaya (PT.LPPBJ) untuk koperasi pemakaian jalan adat desa Ulak Pandan sebesar Rp. 100.000.000.

Pada point ke 3. Nilai total aset barang yang bersumber dari bantuan perusahaan swasta tidak jelas dan beberapa jenis aset tidak tercatat secara spesifik nama perusahaan yang memberikan menghibahkannya. Berdasarkan catatan aset Desa Ulak Pandan, dalam periode tahun 2014 sampai dengan 2019 terdapat bantuan yang berasal dari perusahaan swasta yang tidak jelas nama perusahaannya. Pada catatan aset desa, kolom sumber dana hanya ditulis bantuan pihak katiga tanpa menuliskan secara jelas nama perusahaan pemberi bantuan. Selain itu, pada kolom harga parolehan tidak ada nilai uang atau rupiah terhadap bantuan yang diterima.

Di point 4. Terdapat Indikasi Penyalahgunaan Jabatan Kepala Desa Untuk Kepentingan Tertentu dengan Mengatasnamakan Objek Wisata Pelancu. Berdasarkan data dan informasi yang didapatkan Tim audit, didapati adanya penggunaan Dana Penerimaan Desa yang bersumber dari perusahaan yang digunakan untuk kepentingan pengembangan Objek wisata pelancu dan adanya bantuan dari beberapa perusahaan kepada objek wisata pelancu yang semasa periode 2014-2019, diketahui publik sebagal aset Desa. Sedangkan dan beberapa keterangan Pemberi Informasi menyatakan, Objek Wisata Pelancu bukanlah aset Desa, akan tetapi aset pribadi Kapala Desa Periode 2014-2019.

Atas hasil audit di atas, kami harapkan kepada Saudara (S alias W) untuk bertanggung jawab dengan menindaklanjutinya serta memberkan penjelasan kepada Bapak Bupati Lahat melalui Inspektorat Lahat. Demikan kami sampaikan untuk ditindaklanjuti dan atas pelakaanaanya diucapkan terima kasih.

Saat dikonfirmasi ke Kantor Inspektorat Lahat, Inspektur Kabupaten Lahat, Yunisar Rahman didampingi Irban, Yusri melalui Firman Edi Wibowo selaku Auditor Madya Inspektorat Lahat dan Deni Auditor Media, membenarkan adanya laporan tentang dugaan penympangan dana bantuan perusahaan dan aset Desa Ulak Pandan yang melibatkan mantan Kades SR alias W ini.

Menurut Firman, dalam setiap pengaduan pihaknya selalu berekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yakni dari mulai penerimaan pengaduan. Lalu ke tahap telaah informasi, jika ada bukti-bukti yang cukup maka dilanjutkan ke audit pendahuluan. Jika dalam audit pendahuluan itu ada indikasi bukti ke arah yang lebih lanjut, kita akan lakukan audit investigasi.

“Nah untuk yang di Ulak Pandan ini, tahapnya baru audit pendahuluan. Selanjutnya, untuk yang Desa Ulak Pandan itu sudah kita layangkan surat klarifikasi yang sampai sekrang belum ada tanggapan. Kita masih menunggu dengan tenggat waktu 10 hari pertama, sejak klarifikasi awal dilayangkan”, terang Firman kepada Tim pewarta SMSI Lahat

Kemudian, sambung dia, jika masih tidak ditanggapi maka pihaknya akan melayangkan klarifikasi ke 2. Hingga 4 kali klarifikasi disampaikan selama minimal 40 hari tidak ditanggapi, baru pihaknya akan melakukan audit investigasi.

“Untuk keterangan lebih lanjut, nanti silahkan tanya kepada Pimpinan kami yang lebih berkompeten menjelaskan terkait pengaduan Desa Ulak Pandan ini”, jelas Firman.

Terpisah, mantan Kades Ulak Pandan, SR alias W yang merupakan orang yang cukup mengetahui seluk-beluk keluar-masuknya anggaran desa tersebut, saat dikonfirmasi belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait surat klarifikasi yang dialamatkan kepadanya itu.

“Empai di balas kak ujang, Hp mati kemahi. Kele nunggu aku blk amu nak penjelasan nye”, jawab Susiawan dengan singkat, saat dikonfirmasi Tim pewarta SMSI via pesan singkat di WhatsAp pada Senin (9/11/2020) sekira pukul 01.35.

SMSI Lahat

Editor : RON

Continue Reading

Desa

Kisruh Proyek Dam Air Pangi Tokoh Masyarakat Kikim Anggota DPRD Lahat Angkat Bicara

Published

on

By

Lahat,- Perkumpulan petani pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat Mirwan Sayuti bersama 4 (empat) Kades yaitu kades Pandan arang, Keban Agung, tanjung kurung dan nanjungan kecamatan Kikim Selatan menemui Kapolres Lahat terkait adanya dugaan penyalah gunaan dan penyimpangan rehabilitasi sungai pangi (IPDMIP) yang pengerjaannya dilakukan oleh CV.REY SHA dengan anggaran Tahun 2021 sebesar Rp.1.933.513.565. ( satu miliar sembilan ratus tiga puluh tiga juta lima ratus tiga belas ribu lima ratus enam puluh lima rupiah ). Pada hari senin (9/8/2021) kemarin.

“Memang benar bahwa Ke 4 (empat) Kades dan ketua P3A desa Pandan Arang memberitahukan kepada saya selaku anggita DPRD  Lahat Dapil 5 sekaligus tokoh masyarakat pangi ulu wilayah Kikim Selatan yang lahir di desa Nanjungan. Bahwa maksud dari kedatangan ketua P3A bersama 4 (empat) kades yaitu kades Pandan Arang, Keban Agung, Tanjung Kurung dan Nanjungan kepolres lahat untuk menyampaikan tentang pengerjaan dam 1 pangi desa Pandan Arang Kikim Selatan yang mereka laporkan kepihak Polres lahat atas dugaan penyimpangan dana ipdmip tahun 2021.Dan Saya menegaskan kepada mereka itu tidak meyalahi dan sah sah aja, dengan catatan kita tetap mengedepankan azaz Praduga tak bersalah. Melalui via telpon wa kepada mereka,”ucap Lion Faizal SE.MM kepada media ini. Selasa (10/8/2021)

Masih menurut Lion Faizal, informasi yang saya terima berdasarkan Pedoman pengelolaan anggaran IPDMIP seharusnya pihak Dinas PSDA Provinsi Sumsel sebelum melaksanakan pekerjaan terlebih dahulu melakukan tahapan-tahapan seperti survey lokasi dan berkordinasi kepada masyarakat.
Namun Fakta dilapangan pihak PSDA Provinsi Sumsel sama sekali tidak pernah berkordinasi dengan pihak pemerintah Desa dan masyarakat yang notabene pemakai/pengguna pembangunan tersebut. Dalam tahapan pengerjaan Rehabilitasi D.I.1 Air Pangi (IPDMIP) yang menelan anggaran sebesar Rp.1.933.513.565,- yang dikerjakan dengan asal-asalan dan proyek tersebut selesai dikerjakaan dalam kurun waktu hanya 4 (empat) hari, Sebagian tahapan dalam pembangunan dam 1 pangi tersebut memang sudah berkordinasi dengan masyarakat, pemerintahan desa, bpd, tokoh masyarakat, camat, kapolsek dan instansi terkait sudah melakukan perundingan baik di rumah kepala deaa Pandan Arang, di kantor kecamatan dan pertemuan di lokasi pengerjaan, tetapi kesepakatan tidak ada yg ditepati oleh pihak CV. Reysha dalam artian Pekerjaan semaunya mereka saja terbukti dengan dilakukan pengecekan melalui tipikor dengan 4 (empat) kades dan tokoh masyarakat pekerjaan asal-asalan seperti yang terlihat di video yang saat ini VIRAL dan menjadi Perbincangan Publik.

Sebagai anggota Dprd Lahat dan Tokoh Masyatakat, jika benar adanya indikasi l tersebut, Maka Dengan merujuk Pada Undang-undang RI no 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang tidak pidana korupsi : Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2000 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Kemudian Peraturan pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang pengelolahan dan pertangung jawaban keuangan Daerah. Peraturan Menteri dalam Negeri nomor 29 Tahun 2002 tentang pedoman pengurusan dan pertangung jawaban dan pengawasan keuangan Daerah serta tata cara penyusunan keuangan Daerah dan perhitungan anggaran pendapatan Belanja Daerah. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang tindak pidana pencucian uang dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan pencucian uang, Diduga pembangunan D.I.1 sungai pangi Desa Pandan Arang kecamatan Kikim Selatan Tahun anggaran 2021 sama halnya dengan mengangkangi peraturan tersebut diatas, dan patut diduga Negara mengalami kerugian Ratusan juta Rupiah dalam pengerjaan Proyek Dam Air Pangi kikim selatan,” beber Lion menjelaskan.

Maka dengan tetap menjunjung tinggi azaz praduga tak bersalah sebagai Anggota Dprd Lahat dan sebagai Tokoh Masyarakat Kikim saya berharap Kapolres Kabupaten Lahat segera menindak tegas dan mengusut tuntas penyimpangan dalam pembangunan proyek tersebut,” Pungkas Lion Faizal SE.MM.

Sementara itu pihak Cv Reysha melalui kuasa Direkturnya Saryono S.sos ketika dihubungi media ini melalui sambungan telepon untuk dikonfirmasi tidak merespon.

Continue Reading

Desa

Jalan Kabupaten Penghubung Kebun Jati Danau di Tutup

Published

on

By

KOTA AGUNG, SS.COM – Pasca kerusakan dibeberapa titik, jalan kabupaten yang menghubungkan daerah di kecamatan Kota Agung dan sekitarnya Rabu (11/8) akan ditutup sementara waktu.

Hal ini terkait akan dilakukan perbaikan oleh salah satu operator PLTMH yang dioperasikan PT Green Lahat. Kabar ini merujuk surat yang disampaikan oleh manager Humas dan Keamanan kepada Kades Singapure dan Kebun Jati tertanggal 10 Agustus 2021.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kastiono menyampaikan permohonan perbaikan jalan kepada kedua kades ini. Mengingat titik lokasi perbaikan berada dalam wilayah kedua desa itu.

Sebagai catatan titik yang akan dilakukan perbaikan adalah titik yang paling parah kerusakannya. Pengendara sepeda motor tak jarang harus turun untuk menghindari hal – hal yang tak diinginkan.

“Kita juga minta maaf kepada masyarakat pengguna di jalan karena penutupan ini. Tentu untuk yang akan menuju ke Pagar Alam diarahkan untuk sedikit memutar lewat Tanjung Raman via Kebun Jati,” terang Viktorogo staf humas, Selasa (10/8) kepada pewarta.

Jika memang sangat perlu, silakan gunakan alternatif jalan lain untuk yang akan berpergian ke Pagar Alam, lanjut Viktor.

“Kami mengupayakan untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin, karena akses jalan ini sangat vital bagi warga. Jadi mohon pengertiannya selama pengerjaan ini,” lanjutnya.

Beredarnya kabar penutupan jalan ini, langsung direspon oleh sejumlah warga. Tak sedikit mereka yang mengapresiasi keperdulian ini.

“Kita berharap jangan sudah parah baru dilakukan perbaikan, bila ada yang rusak tolonglah sama kita meresponnya. Walau sekarang pihak Green sepertinya sudah jarang melalui jalan ini,” Ungkap salah satu warga yang enggan sebutkan namanya.

Menurut warga, kerusakan yang terjadi sebelum rencana perbaikan memang sudah cukup lama. Jika dibiarkan kerugian akan ditanggung oleh warga yang melaluinya.

“Sudah beberapa kali sepeda motor yang kita pakai rusak, yang paling sering adalah bagian stangnya. Hal ini karena jalan sudah banyak yang berlubang, belum lagi bagian yang lain,” tandasnya.

Informasi perbaikan agar disampaikan secara luas, biar warga mengetahui jadwalnya dan bisa mencari alternatif bila akan melakukan perjalanan. Jalan ini adalah salah satu ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten.(*)

Continue Reading

Desa

Konsumsi Narkoba Kades di Lahat Ditangkap Polisi

Published

on

By

 

Lahat – Seorang kepala desa berinisial J (45) dari Desa Air Dingin Lama, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, digiring Tim Walet Satres Narkoba Polres Lahat, akibat tersandung kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu.

Penangkapan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Tanjung Tebat Kab. Lahat berinisial J TKP di kamar nomor 211 Losmen Sigma 2 pada hari Minggu tanggal 04 Juli 2021, pukul 01.30 WIB (dini hari), J ditangkap di kamar hotel tersebut bersama barang bukti berupa 1 (satu) batang kaca pirek yang berisikan serbuk kristal putih diduga narkotika jenis shabu seberat 1,43 gram, 1 (satu) buah jarum dan 1 (satu) lembar kertas timah rokok yang ditemukan petugas di dalam 1 (satu) buah sepatu sebelah kanan warna cokelat yang terletak di dalam kamar hotel tersebut

Kapolres Lahat AKBP. Achmad Gusti Hartono, S.I.K melalui Kasatres Narkoba Polres Lahat, AKP. Zulfikar, S.H dalam release Humpolres Lahat Aiptu Lispono, S.H membenarkan adanya penangkapan ini.

“Penangkapan J berawal dari informasi masyarakat, bahwa di alamat tersebut akan ada transaksi Narkotika jenis sabu, lalu dilakukan lidik, setelah sasaran tempat dan orang diketahui. Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 04 Juli 2021 sekira pukul 01.30 Wib dilakukan tangkap tangan terhadap seseorang dengan inisial J, seorang kepala desa,” ungkapnya.

“BB yang ditemukan petugas kami diakui J adalah miliknya. Pasal yang disangkakan untuk J adalah Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 tahun 2009. Saat ini tersangka berikut barang bukti yang didapat dibawa ke Satnarkoba Polres Lahat guna dilakukan pendalaman dan proses hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Realise Humreslht

Continue Reading

Popular