Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Polres Lahat Kepung Perambah Hutan

Published

on

LAHAT SS – Humas Polres Lahat dalam siaran Persnya mengabarkan bahwa Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Kepolisian Resor Lahat berhasil mengamankan terduga pelaku perusakan Kawasan Hutan Lindung (KHL) Gunung Patah, tepatnya di Desa Tanjung Raman Kecamatan Kota Agung.

“Luas lahan yang ditebang oleh tersangka kurang lebih 1 Hektar,” terang Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Kurniawan HB SIK dan Kapolsek Kota Agung Iptu Henrinadi SH MH saat dikonfirmasi media ini melalui Kanit Pidsus Ipda Chandra Kirana SH. Rabu (27/1/2021).

Ipda Chandra menguraikan kronologi penangkapan pada Selasa 26 Januari 2021 sekira jam 09.00 Wib Kapolsek Kota Agung mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan perambahan Hutan Kawasan yang terjadi di Desa Tanjung Raman tersebut.

Kemudian Kapolsek Kota Agung menghubungi Kasat Reskrim dan dengan gerak cepat Anggota Unit Pidsus yang dipimpin langsung oleh Kanit Ipda Chandra Kirana SH didampingi Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah VIII mendatangi lokasi.

“Benar saja di lokasi yang berdasarkan lacak koodinat masuk ke dalam kawasan hutan lindung bukit jambul gunung patah Kabupaten Lahat itu kami mendapati potongan kayu berukuran kurang lebih 6 cm x 12 cm x 2 meter sebanyak 5 hingga 6 kubik,” jelas Ipda Chandra.

Tak hanya potongan kayu jenis pohon berbahasa lokal cemaghe dan khas lokal jenis endemik itu, Unit Pidsus juga berhasil mengamankan barang bukti alat yang digunakan berupa 1unit chainsaw merk Golden Tiger warna Orange.

Dijelaskan Ipda Chandra, saat di lokasi pihaknya mendapat informasi bahwa tersangka R (50) warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan berada di Desa Kota Agung, Kecamatan Kota Agung.

“Mendapat informasi itu, kami langsung bergerak dan alhmdulillah tersangka berhasil kami amankan, saat diperiksa tersangka berdalih untuk membuka lahan kebun dengan cara menebang pohon sebanyak puluhan batang menggunakan chainsaw,” sambungnya.

Tersangka R meminta M untuk membantu menggesek atau memotong menggunakan chainsaw kayu-kayu yang sebelumnya sudah ditebang sehingga menjadi balok ukuran 6 cm x 12 cm x 2 meter dengan upah Rp 800 ribu per kubik. Setelah itu diangkut dengan ojek dibawa ke dusun.

“Kasus tersangka ini kami kenakan perkara Perusakan Hutan Lindung, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 jo 83 UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan pengrusakan Hutan dengan hukuman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 2,5 Milyar,” pungkas Ipda Chandra.**liputan DF.

HUKUM & KRIMINAL

Ketua DPP Ormas GRPK – RI Pengadilan Negeri Lahat Bertindak Seadil-adilnya Dalam Penanganan Sidang Kasus Kades Muara Pinang

Published

on

By

,

Lahat – Sidang Praperadilan atas penangkapan Herman Samsi Kepala Desa Gedung Agung Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang digelar Pengadilan Negeri Lahat Kamis, 28 April 2022 mulai pukul 09.30 WIB menghadirkan saksii Mustari warga Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang.

Hadir dalam sidang ini Mastuti istri dari Herman Samsi  didampingi tiga penasihat hukum (PH) dari Managing Lartner Herman Hamzah, SH, Pasten hack,  SH dan Sujoko Bagus,SH. yang dalam kasus  ini diduga pihak kepolisian saat melakukan penangkapan suaminya tidak sesuai SOP. Karena menurut Mastuti saat diwawancarai awak media penangkapan suaminya itu layaknya penangkapan seorang teroris yang melibatkan puluhan anggota brimob mendatangi rumahnya.

“Saat itu  kejadiannya sekira jam 03.15 dini hari, saya mengira perampok karena pintu rumah saya ketka dilihat di CCTV  dipaksa di buka menggunakan palu besi besar (Godam) oleh anggota brimob, dan setelah mengetahui bahwa itu polisi suami saya langsung mengangkat tangan dan duduk bersimpuh serta menuruti perintah polisi tanpa melakukan perlawanan,” Mastuti berkisah usai mengikuti sidang tersebut.

Mastuti juga membantah kalau barang bukti yang didapatkan polisi saat menggeledah rumahnya yang menemukan barang bukti berupa suntikan, timbangan digital dan senpi itu tidak sesuai apa yang telah dituduhkan oleh polres Empat Lawang.

“Suntikan itu milik bidan yang melakukan posyandu di rumah saya, dan timbangan digital itu milik saya karena saya gunakan untuk menjual beli perhiasan (Emas) sedangkan senpi itu sudah tidak bisa digunakan lagi (Rusak, red) dan itupun bukan senpi melainkan air soft gun,” Jelasnya.

Dark jalanya sidang hari ini PH Herman Hamzah mengatakan bahwa Timnya mengaku puas dengan hasil sidang hari di Pengadilan Negeri Lahat.

“Hari ini merupakan sidang lanjutan Prapeadilan dengan mendengarkan keterangan dari Saksi Ahli yakni Bapak Dr. Yuli Asmara, SH,M.Hum yang merupakan seorang Pakar hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Palembang dan kami sangat puas dengan apa yang dijawab oleh beliau atas pertanyaan kami dalam sidang, serta kami juga bisa menghadirkan saksi lainya salah satu warga Muara Pinang,”ujar Herman.

Sidang lanjutan praperadilan ini dibuka dan terbuka untuk umum salah satunya hadir menyaksikan jalanya sidang Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Ormas GRPK-RI Gerakan Rakyat Peduli Keadilan Republik Indonesia Saryono Anwar S.sos, tokoh Masyarakat yang satu dengan tegas atas kasus ini menghimbau kepada Hakim Pengadilan Negeri agar dpat memberikan keputusan seadil-adilnya .
“Prngadilan merupakan Malaikat Hukum dinegeri ini saya sangat mengharapkan agar Hakim dapat memutuskan hasil akhir dari setiap persidangan ini dengan seadil-adilnya,”Tegasnya dihadapan Wartawan.

Sidang lanjutan kasus penangkapan Kepala Desa di Kabupaten Empat Lawang ini berakhir Pukul 11.00 WIB dan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya Tanggal 09 Mek 2022.

Liputan :AdeSs.com.

 

 

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Polsek Pulau Pinang Berhasil Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Published

on

By

Lahat – Tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPida dengan dasar Laporan LP.B/ – /III/2022/SUMSEL/RES LHT/SEK PULAU PINANG, tanggal 17 Maret 2022.
Perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana.
Diungkapkan Kapolres Lahat melalui Kasubsi Humas Polres Lahat bahwa
Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira jam 01.30 WIB bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pagar Gunung Kab. Lahat telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor milik korban yang terparkir di bawah rumah.
‘Pencurian dengan cara pelaku Yiki masuk kedalam perkarangan bawah rumah korban lalu mengambil sepeda motor dengan cara mendorongnya sejauh lebih kurang 100 Meter, pada saat itu, aksi pelaku Yiki Ariansyah dilihat oleh saksi Hinci yang berteriak memanggil saksi Asuan, melihat perbuatannya dipergoki oleh warga, pelaku langsung kabur.
Akibat kejadian tersebut melalui Kepala Desa Lesung Batu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Pinang,” Ujar Kapokres Lahat didampingi Kapolsek Pulaj Pinang Iptu Amrin Prabu,SH dan Kasubsi Humas Aiptu Lispono, SH

Atas lapporan tersebut Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira pukul 03.30 Wib bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pulau Pinang, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor yang mengaku bernama Yeki Ariansyah dan Regi Dewantara. Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku di kediaman pelaku Yeki Ariansyah di Desa Tanjung Menang Kec. Tanjung Tebat Kab. Lahat, dan berhasil diamankan 1 (satu) unit sepeda motor Fiz R warna hitam tanpa plat (grandong).
Penangkapan dipimoin langsung oleh Kapolsek Pulau Pinang Iptu Amrin Prabu dan Kanit Reskrim Pulau Pinang Aipda Dodi Permana,SH,MM bersama personil Polsek Pulau Pinang.
“Kemudian kedua tersangka dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor supra X warna hitam (milik korban)
– satu unit sepeda motor KTM waran orange (milik pelaku Yiki)
– satu unit sepeda motor Fiz R warna hitam ( diamankan dari rumah pelaku Yiki) diserahkan ke Unit Pidum Polres Lahat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas Lispono.
Publish Adess

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Tebing Tinggi Empat Lawang, Hadiri Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Lahat.

Published

on

By

Lahat –  Asmi bin Udi (Alm) dan Adam Malik bin Ahmad Rifai, warga Desa Rantau Tenang  Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan yang ditangkap Anggota Kepolisian Polsek Tebing Tinggi di Area Sabung Ayam seputar kediamanya kini bisa bernapas lega dan tidur dengan nyenyak tanpa ada rasa ketakutan lagi, sebab kasusnya telah  berakhir di Pengadilan Negeri Lahat. (14/3).

Dari kedua belah pihak antara Kuasa Hukum Tersangka Asni dan Adam yakni Jilun, SH, MH dan Rekan Alpanto, SH,MH selaku Pemohon dan dari pihak Kepolisian yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi AKP. M Aidil Fitri, SH,MM didampingi Kanit Res Iptu Basri selaku Termohon kedua belah pihak sepakat untuk mengambil langkah damai dan mencabut pengajuan perkara diruang sidang Pengadilan Negeri Lahat Pukul 14.30 WIB.

Ditemui di Pengadilan Negari Lahat  Kuasa Hukum Jilun, S.H., M.H didampingi Alpanto Wijaya, S.H., M.H, mengatakan, bahwa pihaknya menghormati pihak kepolisian Polsek Tebing Tinggi dalam melakukan penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat, seperti judi, narkoba, prostitusi dll, yang mengganggu kehidupan masyarakat, namun kami berharap tindakan aparat tersebut tepat sasaran, artinya orang yang benar-benar melakukan penyakit masyarakat tersebut.

“Karena kasus penyidikan terhadap Adam dan Asmi masih dalam proses, dan pihak Polsek Tebing Tinggi sudah sepakat akan melakukan proses hukum secara tepat sasaran, dan untuk kasus Adam dan Asmi menunggu hasil penyidikan dan gelar perkara, dan apabila tidak cukup bukti maka meminta Pihak Polsek Tebing Tinggi untuk menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3),”ujar Jilun sebelum masuk ruang sidang di Pengadilan Negeri Lahat.

Sementara Kapolsek Tebing Tinggi Polres Empat Lawang mengatakan bahwa adanya penangkapan terhadap warga Desa tersebut karena sebelumnya sering mendapat laporan dari warga setempat bahwa disekitar lokasi tersebut diduga  sering diadakan sabung ayam bahkan mengarah dalam bentuk perjudian.

“Niat kami selaku penegak hukum ingin nenjadikan wilayah hukum kami bebas dari apapun bentuk kejahatan, dari informasi yang disampaikan dari masyarakat kepada kami, bahwa dilokasi tersebut sering diadakan sabung ayam, sehingga kami tindak lanjuti, karena judi sabung ayam juga termasuk dalam kejahatan Penyakit masyarakat, kamipun perintahkan anggota untuk melakukan tindakan, adapun saat penangkapan kedua warga tersebut keduanya berada tidak jauh dari lokasi sabung ayam, dan adanya penangkapan terhadap saudara Asmi dan Adam untuk mendalami lebih lanjut kegiatan sabung ayam tersebut, percayalah pada kami Kepolisian tetap komitmen dalam melayani dan mengayomi serta melindungi Masyarakat,”ujar Aidil.

Atas kesepakatan kedua belah pihak antara Kuasa hukum Tim Kuasa Hukum Adam dan Asmi serta Polsek Tebing Tinggi dihadapan hakim Chrisinta Dewi Destiana, S.H. telah sepakat untuk melakukan pencabutan perkara dan telah diputuskan sehingga atas dasar surat yang  didaftarkan pada Pengadilan Negeri Lahat dengan Register Nomor:02/Pid.Pra/2022/PN.Lht, tanggal 2 Maret 2022, dicabut.

Liputan AdE, ss.com.

 

 

 

Continue Reading

Popular