Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

PWI Lahat Nilai Pemberitaan Salah Satu Media Tentang Penangkapan Pendemo, Dinilai Tidak Memenuhi Unsur

Published

on

PWI Lahat Nilai Pemberitaan Salah Satu media Penangkapan Pendemo, Dinilai Tidak Memenuhi Unsur

 

LAHAT, Segantisetungguan.com  – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat, Ishak Nasroni menilai sebuah pemberitaan tentang penangkapan terhadap 3 demonstrans dari Gemapela masih banyak kekurangan unsur. Hal ini menurut Pemred Lahathotline.com ini, akan berpotensi melanggar etika pers dan bertentangan dengan Undang-Undang Pers

“Kalau saya baca, pertama berita itu terkesan sepihak, karena tidak ada upaya konfirmasi ke Kapolres Lahat sebagai check and balans serta pengayaan materi berita”, kata pria yang sudah mengantongi Sertifikat Wartawan jenjang Utama ini.

Parahnya lagi, dikatakan Ujang, website tersebut tidak mencantumkan susunan struktur redaksional dan nama personil wartawannya yang bertugas di daerah (Lahat). Padahal, dalam Bab IV Pasal 9 angka 1) dan 2), sudah jelas bahwa, 1). Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers, (2). Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia.

“Artinya media ini tidak mempunyai badan hukum dan melanggar ketentuan Pasal 12 yang berbunyi Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan”, imbuhnya.

Secara legalitas, menurut Ujang, operasi atau updatenya media tersebut juga dipastikan tidak memiliki izin. Karena izin dikeluarkan oleh instansi Pemerintah beedasarkan Badan Hukum dalam bentuk Akta Pendirian Perusahaan.

“Bagaimana dia (Media yang memberitakan) punya izin, kalau Medianya sendiri tidak punya Badan Hukum yang dicantumkan dalam Box Redaksinya. Intinya, berita tersebut bisa dikategorikan dalam Media Sosial, bukan Media Pers. Riskannya, konten yang dimuat dalam Media seperti ini, bisa dijerat dengan UU ITE”, bebernya, Kamis (4/2/2021).

Karena, ditambahkan Ujang, Dewan Pers, pun tidak akan mengakui, jika Media Pers tidak memiliki Badan Hukum dalam bentuk Perseroan Terbatas.

“Terlebih lagi, apabila berita yang disajikan mengandung unsur yang tendensius dengan mencemarkan nama baik suatu institusi”, tutup Ujang.

Editor : RON

HUKUM & KRIMINAL

Ketua DPP Ormas GRPK – RI Pengadilan Negeri Lahat Bertindak Seadil-adilnya Dalam Penanganan Sidang Kasus Kades Muara Pinang

Published

on

By

,

Lahat – Sidang Praperadilan atas penangkapan Herman Samsi Kepala Desa Gedung Agung Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang digelar Pengadilan Negeri Lahat Kamis, 28 April 2022 mulai pukul 09.30 WIB menghadirkan saksii Mustari warga Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang.

Hadir dalam sidang ini Mastuti istri dari Herman Samsi  didampingi tiga penasihat hukum (PH) dari Managing Lartner Herman Hamzah, SH, Pasten hack,  SH dan Sujoko Bagus,SH. yang dalam kasus  ini diduga pihak kepolisian saat melakukan penangkapan suaminya tidak sesuai SOP. Karena menurut Mastuti saat diwawancarai awak media penangkapan suaminya itu layaknya penangkapan seorang teroris yang melibatkan puluhan anggota brimob mendatangi rumahnya.

“Saat itu  kejadiannya sekira jam 03.15 dini hari, saya mengira perampok karena pintu rumah saya ketka dilihat di CCTV  dipaksa di buka menggunakan palu besi besar (Godam) oleh anggota brimob, dan setelah mengetahui bahwa itu polisi suami saya langsung mengangkat tangan dan duduk bersimpuh serta menuruti perintah polisi tanpa melakukan perlawanan,” Mastuti berkisah usai mengikuti sidang tersebut.

Mastuti juga membantah kalau barang bukti yang didapatkan polisi saat menggeledah rumahnya yang menemukan barang bukti berupa suntikan, timbangan digital dan senpi itu tidak sesuai apa yang telah dituduhkan oleh polres Empat Lawang.

“Suntikan itu milik bidan yang melakukan posyandu di rumah saya, dan timbangan digital itu milik saya karena saya gunakan untuk menjual beli perhiasan (Emas) sedangkan senpi itu sudah tidak bisa digunakan lagi (Rusak, red) dan itupun bukan senpi melainkan air soft gun,” Jelasnya.

Dark jalanya sidang hari ini PH Herman Hamzah mengatakan bahwa Timnya mengaku puas dengan hasil sidang hari di Pengadilan Negeri Lahat.

“Hari ini merupakan sidang lanjutan Prapeadilan dengan mendengarkan keterangan dari Saksi Ahli yakni Bapak Dr. Yuli Asmara, SH,M.Hum yang merupakan seorang Pakar hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Palembang dan kami sangat puas dengan apa yang dijawab oleh beliau atas pertanyaan kami dalam sidang, serta kami juga bisa menghadirkan saksi lainya salah satu warga Muara Pinang,”ujar Herman.

Sidang lanjutan praperadilan ini dibuka dan terbuka untuk umum salah satunya hadir menyaksikan jalanya sidang Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Ormas GRPK-RI Gerakan Rakyat Peduli Keadilan Republik Indonesia Saryono Anwar S.sos, tokoh Masyarakat yang satu dengan tegas atas kasus ini menghimbau kepada Hakim Pengadilan Negeri agar dpat memberikan keputusan seadil-adilnya .
“Prngadilan merupakan Malaikat Hukum dinegeri ini saya sangat mengharapkan agar Hakim dapat memutuskan hasil akhir dari setiap persidangan ini dengan seadil-adilnya,”Tegasnya dihadapan Wartawan.

Sidang lanjutan kasus penangkapan Kepala Desa di Kabupaten Empat Lawang ini berakhir Pukul 11.00 WIB dan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya Tanggal 09 Mek 2022.

Liputan :AdeSs.com.

 

 

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Polsek Pulau Pinang Berhasil Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Published

on

By

Lahat – Tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPida dengan dasar Laporan LP.B/ – /III/2022/SUMSEL/RES LHT/SEK PULAU PINANG, tanggal 17 Maret 2022.
Perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana.
Diungkapkan Kapolres Lahat melalui Kasubsi Humas Polres Lahat bahwa
Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira jam 01.30 WIB bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pagar Gunung Kab. Lahat telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor milik korban yang terparkir di bawah rumah.
‘Pencurian dengan cara pelaku Yiki masuk kedalam perkarangan bawah rumah korban lalu mengambil sepeda motor dengan cara mendorongnya sejauh lebih kurang 100 Meter, pada saat itu, aksi pelaku Yiki Ariansyah dilihat oleh saksi Hinci yang berteriak memanggil saksi Asuan, melihat perbuatannya dipergoki oleh warga, pelaku langsung kabur.
Akibat kejadian tersebut melalui Kepala Desa Lesung Batu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Pinang,” Ujar Kapokres Lahat didampingi Kapolsek Pulaj Pinang Iptu Amrin Prabu,SH dan Kasubsi Humas Aiptu Lispono, SH

Atas lapporan tersebut Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira pukul 03.30 Wib bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pulau Pinang, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor yang mengaku bernama Yeki Ariansyah dan Regi Dewantara. Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku di kediaman pelaku Yeki Ariansyah di Desa Tanjung Menang Kec. Tanjung Tebat Kab. Lahat, dan berhasil diamankan 1 (satu) unit sepeda motor Fiz R warna hitam tanpa plat (grandong).
Penangkapan dipimoin langsung oleh Kapolsek Pulau Pinang Iptu Amrin Prabu dan Kanit Reskrim Pulau Pinang Aipda Dodi Permana,SH,MM bersama personil Polsek Pulau Pinang.
“Kemudian kedua tersangka dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor supra X warna hitam (milik korban)
– satu unit sepeda motor KTM waran orange (milik pelaku Yiki)
– satu unit sepeda motor Fiz R warna hitam ( diamankan dari rumah pelaku Yiki) diserahkan ke Unit Pidum Polres Lahat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas Lispono.
Publish Adess

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Tebing Tinggi Empat Lawang, Hadiri Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Lahat.

Published

on

By

Lahat –  Asmi bin Udi (Alm) dan Adam Malik bin Ahmad Rifai, warga Desa Rantau Tenang  Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan yang ditangkap Anggota Kepolisian Polsek Tebing Tinggi di Area Sabung Ayam seputar kediamanya kini bisa bernapas lega dan tidur dengan nyenyak tanpa ada rasa ketakutan lagi, sebab kasusnya telah  berakhir di Pengadilan Negeri Lahat. (14/3).

Dari kedua belah pihak antara Kuasa Hukum Tersangka Asni dan Adam yakni Jilun, SH, MH dan Rekan Alpanto, SH,MH selaku Pemohon dan dari pihak Kepolisian yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi AKP. M Aidil Fitri, SH,MM didampingi Kanit Res Iptu Basri selaku Termohon kedua belah pihak sepakat untuk mengambil langkah damai dan mencabut pengajuan perkara diruang sidang Pengadilan Negeri Lahat Pukul 14.30 WIB.

Ditemui di Pengadilan Negari Lahat  Kuasa Hukum Jilun, S.H., M.H didampingi Alpanto Wijaya, S.H., M.H, mengatakan, bahwa pihaknya menghormati pihak kepolisian Polsek Tebing Tinggi dalam melakukan penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat, seperti judi, narkoba, prostitusi dll, yang mengganggu kehidupan masyarakat, namun kami berharap tindakan aparat tersebut tepat sasaran, artinya orang yang benar-benar melakukan penyakit masyarakat tersebut.

“Karena kasus penyidikan terhadap Adam dan Asmi masih dalam proses, dan pihak Polsek Tebing Tinggi sudah sepakat akan melakukan proses hukum secara tepat sasaran, dan untuk kasus Adam dan Asmi menunggu hasil penyidikan dan gelar perkara, dan apabila tidak cukup bukti maka meminta Pihak Polsek Tebing Tinggi untuk menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3),”ujar Jilun sebelum masuk ruang sidang di Pengadilan Negeri Lahat.

Sementara Kapolsek Tebing Tinggi Polres Empat Lawang mengatakan bahwa adanya penangkapan terhadap warga Desa tersebut karena sebelumnya sering mendapat laporan dari warga setempat bahwa disekitar lokasi tersebut diduga  sering diadakan sabung ayam bahkan mengarah dalam bentuk perjudian.

“Niat kami selaku penegak hukum ingin nenjadikan wilayah hukum kami bebas dari apapun bentuk kejahatan, dari informasi yang disampaikan dari masyarakat kepada kami, bahwa dilokasi tersebut sering diadakan sabung ayam, sehingga kami tindak lanjuti, karena judi sabung ayam juga termasuk dalam kejahatan Penyakit masyarakat, kamipun perintahkan anggota untuk melakukan tindakan, adapun saat penangkapan kedua warga tersebut keduanya berada tidak jauh dari lokasi sabung ayam, dan adanya penangkapan terhadap saudara Asmi dan Adam untuk mendalami lebih lanjut kegiatan sabung ayam tersebut, percayalah pada kami Kepolisian tetap komitmen dalam melayani dan mengayomi serta melindungi Masyarakat,”ujar Aidil.

Atas kesepakatan kedua belah pihak antara Kuasa hukum Tim Kuasa Hukum Adam dan Asmi serta Polsek Tebing Tinggi dihadapan hakim Chrisinta Dewi Destiana, S.H. telah sepakat untuk melakukan pencabutan perkara dan telah diputuskan sehingga atas dasar surat yang  didaftarkan pada Pengadilan Negeri Lahat dengan Register Nomor:02/Pid.Pra/2022/PN.Lht, tanggal 2 Maret 2022, dicabut.

Liputan AdE, ss.com.

 

 

 

Continue Reading

Popular