Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Diduga Membawa Narkoba Mobil Toyota Merah Digiring Ke Polres Lahat

Published

on

LAHAT Ssetungguan.com – Team Walet Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lahat mendapatkan informasi akan ada transaksi narkoba, lalu lidik dan setelah sasaran tempat dan orang diketahui, tersangka Y (28) berhasil dibekuk.

“Tersangka Y ini berdomisili di Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat,” ungkap Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasatreskoba, AKP Zulfikar SH melalui Kasubag Humas, Iptu Hidayat dan Baur Humas Aiptu Lispono SH kepada media ini, Minggu (14/2/2021).

Ditambahkan Aiptu Lispono, penangkapan tersangka Y diduga saat akan transaksi narkoba di jalan lintas Lahat ke Pagaralam, tepatnya di Desa Muara Siban Kecamatan Pulau Pinang pada Jumat 12 Februari 2021 sekira jam 19.10 Wib.

“Saat akan ditangkap tersangka Y sedang berada didalam mobil merk toyota agya warna merah no.pol. BG 1054 EJ, kemudian Tim melakukan pemeriksaan badan dan ditemukan barang bukti berupa 1  paket sedang serbuk kristal putih didalam plastik klip bening diduga narkotika jenis sabu seberat bruto 1,24 gram,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjutnya, Tim juga menemukan satu setengah butir tablet warna ungu terbungkus plastik klip bening diduga narkotika jenis pil ektacy seberat bruto 1,07 gram yang ditemukan oleh didalam saku celana depan sebelah kanan digunakan tersangka Y.

Kemudian, terangnya, Tim melakukan pemeriksaan terhadap mobil yang digunakan oleh tersangka Y dan ditemukan 1 batang pipet plastik didlmnya terdapat sisa serbuk kristal diduga narkotika jenis shabu tepatnya di saku belakang jok depan sebelah kiri.

“Saat ini tersangka Y dan barang bukti digelandang ke Mapolres Lahat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Aiptu Lispono.*Dfr

HUKUM & KRIMINAL

Ketua DPP Ormas GRPK – RI Pengadilan Negeri Lahat Bertindak Seadil-adilnya Dalam Penanganan Sidang Kasus Kades Muara Pinang

Published

on

By

,

Lahat – Sidang Praperadilan atas penangkapan Herman Samsi Kepala Desa Gedung Agung Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang digelar Pengadilan Negeri Lahat Kamis, 28 April 2022 mulai pukul 09.30 WIB menghadirkan saksii Mustari warga Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang.

Hadir dalam sidang ini Mastuti istri dari Herman Samsi  didampingi tiga penasihat hukum (PH) dari Managing Lartner Herman Hamzah, SH, Pasten hack,  SH dan Sujoko Bagus,SH. yang dalam kasus  ini diduga pihak kepolisian saat melakukan penangkapan suaminya tidak sesuai SOP. Karena menurut Mastuti saat diwawancarai awak media penangkapan suaminya itu layaknya penangkapan seorang teroris yang melibatkan puluhan anggota brimob mendatangi rumahnya.

“Saat itu  kejadiannya sekira jam 03.15 dini hari, saya mengira perampok karena pintu rumah saya ketka dilihat di CCTV  dipaksa di buka menggunakan palu besi besar (Godam) oleh anggota brimob, dan setelah mengetahui bahwa itu polisi suami saya langsung mengangkat tangan dan duduk bersimpuh serta menuruti perintah polisi tanpa melakukan perlawanan,” Mastuti berkisah usai mengikuti sidang tersebut.

Mastuti juga membantah kalau barang bukti yang didapatkan polisi saat menggeledah rumahnya yang menemukan barang bukti berupa suntikan, timbangan digital dan senpi itu tidak sesuai apa yang telah dituduhkan oleh polres Empat Lawang.

“Suntikan itu milik bidan yang melakukan posyandu di rumah saya, dan timbangan digital itu milik saya karena saya gunakan untuk menjual beli perhiasan (Emas) sedangkan senpi itu sudah tidak bisa digunakan lagi (Rusak, red) dan itupun bukan senpi melainkan air soft gun,” Jelasnya.

Dark jalanya sidang hari ini PH Herman Hamzah mengatakan bahwa Timnya mengaku puas dengan hasil sidang hari di Pengadilan Negeri Lahat.

“Hari ini merupakan sidang lanjutan Prapeadilan dengan mendengarkan keterangan dari Saksi Ahli yakni Bapak Dr. Yuli Asmara, SH,M.Hum yang merupakan seorang Pakar hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Palembang dan kami sangat puas dengan apa yang dijawab oleh beliau atas pertanyaan kami dalam sidang, serta kami juga bisa menghadirkan saksi lainya salah satu warga Muara Pinang,”ujar Herman.

Sidang lanjutan praperadilan ini dibuka dan terbuka untuk umum salah satunya hadir menyaksikan jalanya sidang Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Ormas GRPK-RI Gerakan Rakyat Peduli Keadilan Republik Indonesia Saryono Anwar S.sos, tokoh Masyarakat yang satu dengan tegas atas kasus ini menghimbau kepada Hakim Pengadilan Negeri agar dpat memberikan keputusan seadil-adilnya .
“Prngadilan merupakan Malaikat Hukum dinegeri ini saya sangat mengharapkan agar Hakim dapat memutuskan hasil akhir dari setiap persidangan ini dengan seadil-adilnya,”Tegasnya dihadapan Wartawan.

Sidang lanjutan kasus penangkapan Kepala Desa di Kabupaten Empat Lawang ini berakhir Pukul 11.00 WIB dan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya Tanggal 09 Mek 2022.

Liputan :AdeSs.com.

 

 

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Polsek Pulau Pinang Berhasil Tangkap Pencuri Sepeda Motor

Published

on

By

Lahat – Tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPida dengan dasar Laporan LP.B/ – /III/2022/SUMSEL/RES LHT/SEK PULAU PINANG, tanggal 17 Maret 2022.
Perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana.
Diungkapkan Kapolres Lahat melalui Kasubsi Humas Polres Lahat bahwa
Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira jam 01.30 WIB bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pagar Gunung Kab. Lahat telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor milik korban yang terparkir di bawah rumah.
‘Pencurian dengan cara pelaku Yiki masuk kedalam perkarangan bawah rumah korban lalu mengambil sepeda motor dengan cara mendorongnya sejauh lebih kurang 100 Meter, pada saat itu, aksi pelaku Yiki Ariansyah dilihat oleh saksi Hinci yang berteriak memanggil saksi Asuan, melihat perbuatannya dipergoki oleh warga, pelaku langsung kabur.
Akibat kejadian tersebut melalui Kepala Desa Lesung Batu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Pinang,” Ujar Kapokres Lahat didampingi Kapolsek Pulaj Pinang Iptu Amrin Prabu,SH dan Kasubsi Humas Aiptu Lispono, SH

Atas lapporan tersebut Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 sekira pukul 03.30 Wib bertempat di Desa Lesung Batu Kec. Pulau Pinang, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor yang mengaku bernama Yeki Ariansyah dan Regi Dewantara. Selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku di kediaman pelaku Yeki Ariansyah di Desa Tanjung Menang Kec. Tanjung Tebat Kab. Lahat, dan berhasil diamankan 1 (satu) unit sepeda motor Fiz R warna hitam tanpa plat (grandong).
Penangkapan dipimoin langsung oleh Kapolsek Pulau Pinang Iptu Amrin Prabu dan Kanit Reskrim Pulau Pinang Aipda Dodi Permana,SH,MM bersama personil Polsek Pulau Pinang.
“Kemudian kedua tersangka dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor supra X warna hitam (milik korban)
– satu unit sepeda motor KTM waran orange (milik pelaku Yiki)
– satu unit sepeda motor Fiz R warna hitam ( diamankan dari rumah pelaku Yiki) diserahkan ke Unit Pidum Polres Lahat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas Lispono.
Publish Adess

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Tebing Tinggi Empat Lawang, Hadiri Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Lahat.

Published

on

By

Lahat –  Asmi bin Udi (Alm) dan Adam Malik bin Ahmad Rifai, warga Desa Rantau Tenang  Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan yang ditangkap Anggota Kepolisian Polsek Tebing Tinggi di Area Sabung Ayam seputar kediamanya kini bisa bernapas lega dan tidur dengan nyenyak tanpa ada rasa ketakutan lagi, sebab kasusnya telah  berakhir di Pengadilan Negeri Lahat. (14/3).

Dari kedua belah pihak antara Kuasa Hukum Tersangka Asni dan Adam yakni Jilun, SH, MH dan Rekan Alpanto, SH,MH selaku Pemohon dan dari pihak Kepolisian yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi AKP. M Aidil Fitri, SH,MM didampingi Kanit Res Iptu Basri selaku Termohon kedua belah pihak sepakat untuk mengambil langkah damai dan mencabut pengajuan perkara diruang sidang Pengadilan Negeri Lahat Pukul 14.30 WIB.

Ditemui di Pengadilan Negari Lahat  Kuasa Hukum Jilun, S.H., M.H didampingi Alpanto Wijaya, S.H., M.H, mengatakan, bahwa pihaknya menghormati pihak kepolisian Polsek Tebing Tinggi dalam melakukan penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat, seperti judi, narkoba, prostitusi dll, yang mengganggu kehidupan masyarakat, namun kami berharap tindakan aparat tersebut tepat sasaran, artinya orang yang benar-benar melakukan penyakit masyarakat tersebut.

“Karena kasus penyidikan terhadap Adam dan Asmi masih dalam proses, dan pihak Polsek Tebing Tinggi sudah sepakat akan melakukan proses hukum secara tepat sasaran, dan untuk kasus Adam dan Asmi menunggu hasil penyidikan dan gelar perkara, dan apabila tidak cukup bukti maka meminta Pihak Polsek Tebing Tinggi untuk menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3),”ujar Jilun sebelum masuk ruang sidang di Pengadilan Negeri Lahat.

Sementara Kapolsek Tebing Tinggi Polres Empat Lawang mengatakan bahwa adanya penangkapan terhadap warga Desa tersebut karena sebelumnya sering mendapat laporan dari warga setempat bahwa disekitar lokasi tersebut diduga  sering diadakan sabung ayam bahkan mengarah dalam bentuk perjudian.

“Niat kami selaku penegak hukum ingin nenjadikan wilayah hukum kami bebas dari apapun bentuk kejahatan, dari informasi yang disampaikan dari masyarakat kepada kami, bahwa dilokasi tersebut sering diadakan sabung ayam, sehingga kami tindak lanjuti, karena judi sabung ayam juga termasuk dalam kejahatan Penyakit masyarakat, kamipun perintahkan anggota untuk melakukan tindakan, adapun saat penangkapan kedua warga tersebut keduanya berada tidak jauh dari lokasi sabung ayam, dan adanya penangkapan terhadap saudara Asmi dan Adam untuk mendalami lebih lanjut kegiatan sabung ayam tersebut, percayalah pada kami Kepolisian tetap komitmen dalam melayani dan mengayomi serta melindungi Masyarakat,”ujar Aidil.

Atas kesepakatan kedua belah pihak antara Kuasa hukum Tim Kuasa Hukum Adam dan Asmi serta Polsek Tebing Tinggi dihadapan hakim Chrisinta Dewi Destiana, S.H. telah sepakat untuk melakukan pencabutan perkara dan telah diputuskan sehingga atas dasar surat yang  didaftarkan pada Pengadilan Negeri Lahat dengan Register Nomor:02/Pid.Pra/2022/PN.Lht, tanggal 2 Maret 2022, dicabut.

Liputan AdE, ss.com.

 

 

 

Continue Reading

Popular