Connect with us

Entertainment

Membuat Berita Radio

Published

on

Berita Radio

Apa itu berita? Tidak ada definisi yang benar-benar menggambarkan apa itu berita. Namun, pada umumnya berita terkait dengan orang dan berbagai kejadian ataupun proses yang dapat memberikan dampak kepada orang lain. Kita hanya dapat mendengar berita sekali ataupun sekilas melalui radio ataupun televisi, oleh karena itu kita harus bisa memastikan bahwa kita memperoleh kepala berita pertama kalinya karena siaran berita tidak dapat diulang kembali dan dibaca ulang. Kalaupun bisa, maka akan terjadi kegagalan. Hal ini berarti bahwa cara pengucapan atau penulisan yang salah pada media penyiaran seperti radio dapat merusak kredibilitas informasi itu sendiri.

Oleh karena itu, kita sebagai reporter atau penyiar perlu terlebih dahulu menguasai kemampuan menulis serta memahami berbagai hal yang terkandung dalam berita yaitu unsur-unsur berita, prinsip berita, serta jenis-enis berita radio, dan tahapan produksi berita radio.

a. Unsur –unsur berita

Berbagai kejadian atau peristiwa dapat dikatakan layak menjadi sebuah berita apabila memiliki news value atau nilai berita Sebagai jurnalis, kita harus dapat mengenali suatu peristiwa atau kejadian atau informasi adalah sebuah berita dengan cara memahami berbagai unsur berita yang mencakup aktualitas, tokoh publik, relevansi, menyangkut hajat hidup orang banyak, peristiwa unik, human interest, konflik, dan aksi.

b. Prinsip Berita

Berita yang disajikan oleh jurnalis kepada khalayak hendaknya menganut asas berimbang agar tidak memantik reaksi negative dari khalayak pendengar.  Terdapat 3 (tiga) prinsip penting yang harus dipahami oleh jurnalis radio yaitu :

Akurasi (accuracy) – suatu berita hendaknya disajikan secara akurat dan berdasarkan fakta agar dapat dipertanggungjawabkan.

Berimbang (balance) – berita yang disajikan hendaknya disajikan secara berimbang dan tidak berat sebelah yang dapat membuat salah satu pihak diuntungkan atau dirugikan.

Kejelasan (clarity) – suatu berita hendaknya disajikan secara jelas dengan mengacu pada prinsip apa, siapa, di mana, kapan, dan bagaimana terjadinya suatu peristiwa agar mudah dipahami oleh khalayak.

Ketiga prinsip tersebut harus dipenuhi dalam penyiaran sebuah berita. Jika salah satu prinsip tidak terpenuhi maka kredibilitas stasiun radio beserta jajarannya akan dipertanyakan oleh khalayak pendengar.

c. Jenis – Jenis Berita Radio

Menurut Agus Wijananto dkk, terdapat 9 (sembilan) jenis berita radio, yaitu :

Air Magazine atau majalah udara – merupakan siaran yang berisi satu jenis berita. Pada air magazine atau majalah udara, berbagai jenis berita serta program acara radio dapat disajikan dalam kurun waktu misalnya 60 menit atau atau satu periode. Sebagai pendengar, kita disajikan berbagai program dan berita seperti laporan langsung, kuis, feature, voicer, dan wawancara.

Bulletin atau buletin – merupakan kumpulan berita mutakhir dan disiarkan dalam durasi yang telah ditentukan. Biasanya, durasi yang diperlukan untuk menyiarkan 10-15 berita adalah selama 20 menit. Adapun berbagai permasalahan yang disiarkan meliputi sosial, politik, hiburan, olahraga, dan lain-lain. Pola penyampaian berita diawali dengan berita yang paling penting kemudian diakhiri dengan berita yang berkategori biasa

.Copy story – merupakan berita pendek yang disajikan selama 15-20 detik tanpa adanya sisipan apapun. Umumnya, yang menjadi sumber berita adalah surat kabar, portal berita, liputan reporter, dan lain-lain dengan tetap menyebutkan sumber berita serta penulisannya disesuaikan dengan karakter bahasa lisan. Biasanya penyiar menyisipkan materi copy story di sela-sela siaran ataupun telah ditentukan penyiarannya di menit-menit tertentu secara teratur.

Despatch atau berita paket – merupakan pelaporan mendalam dari topik yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat. Untuk menggali topik secara lebih mendalam, umumnya dalam berita paket menyajikan berbagai pendapat dari pihak-pihak yang terlibat serta pendapat pihak ketiga yang bersifat netral. Sebagai reporter, kita harus memiliki ketelitian dalam memilah serta memilih pendapat-pendapat tersebut sebagai sebuah insert. Dan yang juga harus diperhatikan oleh reporter adalah suara dari pihak-pihak yang terlibat serta pihak yang netral haruslah jelas dan kuat.

Feature – sebagai karya jurnalistik tingkat lanjut, feature umumnya dibuat oleh reporter yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam hal membuat berita. Dalam jurnalistik radio, feature yang baik adalah feature yang dapat dipahami sekaligus membangun imajinasi khalayak pendengar. Sebagaimana berita, feature dalam jurnalistik radio dibuat berdasarkan data, fakta, serta kenyataan yang benar-benar terjadi. Feature umumnya disajikan dengan wawancara, musik pendukung, ulasan redaksi, latar suara dan lain-lain dengan panjang durasi bervariasi sekitar 10-15 menit.

Interview atau wawancara – merupakan wawancara yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan media telepon. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi lebih lanjut terkait peristiwa yang terjadi sebelum tibanya reporter di lokasi.

Live report atau laporan pandangan mata – merupakan pelaporan berita tentang berbagai peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Dalam live report, seorang reporter dituntut untuk dapat memberikan gambaran tentang apapun yang ia lihat sehingga khalayak pendengar dapat membayangkan kejadian tersebut dan mencari berbagai hal lain yang sifatnya mempertegas apa yang ia lihat.

Voicer atau voice report – merupakan berita pendek yang menjelaskan sebuah peristiwa dan disampaikan oleh reporter. Dibandingkan dengan copy story, voicer bersifat lebih mendalam karena dalam voicer kadang disisipkan suara dari pihak terkait atau narasumber sehingga berita yang disampaikan menjadi lebih akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Vox pop atau vox populi – merupakan berita yang isinya berupa rekaman opini masyarakat tentang suatu peristiwa atau kejadian.

Itulah berbagai jenis berita radio yang seringkali kita temui ketika kita mendengarkan radio yang berformat berita.

d. Memproduksi Berita Radio

Terdapat 5 (lima) tahapan yang dilakukan ketika kita memproduksi berita radio. Kelima tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Membuat perencanaan – merupakan tahap awal untuk menentukan layak tidaknya sebuah berita untuk disiarkan yang ditentukan melalui rapat redaksi
2. Mengumpulkan berita – setelah diputuskan melalui rapat redaksi, reporter kemudian ke lapangan untuk melakukan peliputan.
3. Menulis naskah berita – merupakan kegiatan untuk memilah dan memilih informasi yang tepat dan terkait dengan topik dan menuliskannya ke dalam berita.
4. Menggabungkan elemen-elemen pemberitaan yang dikenal juga dengan audio mixing yaitu menggabungkan suara reporter, latar belakang suara, serta insert yang diperlukan guna memperkuat isi berita.
5.Menyiarkan berita – setelah berita siap, maka berita disiarkan pada waktu yang telah ditentukan

Manfaat Mempelajari Jurnalistik Radio

Mempelajari jurnalistik radio dapat memberikan manfaat, antara lain :

Memahami pengertian tentang radio. Memahami pengertian jurnalistik radio.
Memahami karakteristik radio sebagai media massa.
Memahami karakteristik jurnalistik radio.
Memahami konsep berita radio. Memahami unsur-unsur berita radio. Memahami prinsip-prinsip berita radio.
Memahami jenis-jenis berita radio.
Memahami produksi berita radio.

Demikian ulasan singkat tentang jurnalistik radio, semoga menambah wawasan kita tentang jurnalistik radio khususnya dan ilmu komunikasi pada umumnya.

Continue Reading

Popular