Connect with us

MUSIRAWAS

Anggota DPR RI Dukung Polres Musi Rawas Raih Predikat WBK

Published

on

 

MUSI RAWAS-Usai melaksanakan kunjungan kerja reses, di Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Anggota Komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra, Siti Nurizka Puteri Jaya, juga melakukan kunker ke Mapolres Mura, sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (12/7/2022).

Turut mendampingi, Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti Burlian. Kunker Komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra, tersebut disambut langsung, Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi, Kabag Ops, Kompol Polin E.A Pakpahan, Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat.

Setelah tiba di Mapolres Mura, Komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra, Siti Nurizka Puteri Jaya didampingi Wabup Mura, Hj Suwarti Burlian, Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono  dan Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat, langsung memantau sekaligus mengecek aktifitas kegiatan personel dan Comand Center di Gedung Pelayanan Terpadu, Mapolres Mura.

Dalam kesempatan itu, Siti Nurizka Puteri Jaya mengatakan bahwa sengaja melaksanakan kunker reses diwilayah Kabupaten Mura, salah satunya di Mapolres Mura.

“Selain kunker sekaligus bersilaturahmi bersama, Kapolres, Kabag Ops, Kasat Reskrim serta personel Polres Mura,” kata Siti Nurizka Puteri Jaya.

Siti Nurizka menjelaskan, saat tiba hingga usai melakukan kunker di Mapolres Mura, disambut baik oleh, Kapolres, Kabag Ops dan Kasat Reskrim serta personel Polres Mura.

“Alhamdulillah, disambut baik oleh, Bapak Kapolres beserta personel. Dan, jujur saja gedung dan pelayananan di Polres Mura ini, sudah sama seperti di polres-polres kota besar dipulau Jawa. Dan, secara pribadi saya mensufort sekaligus mendukung, Polres Mura dalam meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi,” ucapnya.

Senada disampaikan, Wabup Mura, Hj Suwarti Burlian mewakili pemerintah Kabupaten Mura, juga mendukung sekaligus mensufort Polres Mura dalam meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi.

“Dan, semoga silaturahmi dan kerjasamanya, antara Polres Mura dan Pemda Mura serta Komisi III DPR RI, berjalan dengan baik, dalam mewujudkan Musi Rawas Mantab (Maju, Mandiri, Bermartabat),” kata Wabup.

Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono, syukur alhamdulillah, kita, Polres Mura, kedatangan kunker reses anggota Komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra, Siti Nurizka Puteri Jaya, didampingi, Wabup Mura, Hj Suwarti Burlian.

“Tentunya, saya berserta personel menyambut baik kunker tersebut, selain menerima kunker, juga bisa bersilaturahmi dengan anggota Komisi III DPR RI,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, dalam kesempatan itu, beliau langsung memantau sekaligus mengecek aktifitas kegiatan personel dan Comand Center di Gedung Pelayanan Terpadu, Mapolres Mura.

“Dan, secara pribadi beliau dan wabup, mendukung sekaligus mensuport Polres Mura meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi,” tutupnya. (smsi)

MUSIRAWAS

Toilet Kantor Sekretariat Bupati Mura “Kumuh”, Tim SMSI Pertanyakan Kinerja Bagian Umum

Published

on

By

MUSI RAWAS,- Kantor Bupati Musi Rawas yang bertempat di Muara Beliti yang terlihat cukup megah, ternyata sarana kebersihan seperti toilet memprihatinkan. Kondisinya kotor dan tidak terawat sehingga banyak burung walet bersarang disana. Hal itu diketahui saat tim Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Silampari ke Toilet sekretariat Kantor Bupati Musi Rawas Lt II, Kamis (19/5/2022).
“Astaghfirullah, kotor nian toilet ini, apakah Pemkab Mura ini sudah tidak punya pekerja lagi dan tidak ada anggaran untuk menjaga kebersihan, atau bagian umum tidak bekerja maksimal,” ucap Nofi.

Lanjut Nofi mengatakan, Dirinya berharap kepada Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud dan Wakil Bupati Hj Suwarti yang telah menerima berbagai penghargaan namun seakan tidak didukung bawahannya.
“Ya, kinerja pejabat bagian umum setda Musi Rawas harus dievaluasi. Jika tidak, akan merusak citra Bumi Serasan Sekantenan yang dikenal bersih,” pinta Nofi.

Sementara itu Plt kepala Bagian Umum (Kabag) Setda Musi Rawas Yuni Ariyanti, SE melalui PPTK Dedek saat di mintai komentarnya lagi tidak berada di tempat.
” Maaf kak, ibu Dedeknya lagi tidak masuk kantor, lagi Dinas Luar, (DL),” jelas salah satu staff nya.

Continue Reading

MUSIRAWAS

Pers Realise Akhir Tahun Polres Mura Berhasil Gagalkan Penyelundupan Lobster Seharga Milyaran Rupiah

Published

on

By

Musi Rawas – Polres Musi Rawas dalam pers rilis akhir tahun 2021, Jumat (31/12/2021),sebut salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah penyelundupan benih lobster.

“Salah satu kasus menonjol yang kami ungkap, yakni penyelundupan benih lobster. Sehingga bisa menyelematkan kerugian negara hingga Rp7 miliar,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Efrannedy dalam pers rilis di Mapolres Musi Rawas.
Kapolres juga menjelaskan dalam kasus ini, benih lobster yang diamankan langsung dilepas liarkan di laut lepas Bengkulu.

Seperti diketahui dalam kasus ini, ada satu orang diamankan Bambang Widodo (34) warga Dusun IV Desa Lesing Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.
Dari Bambang Widodo diamankan barang bukti 70.000 ekor benih lobster, terdiri dari 40.000 adalah jenis Mutiara dan sisanya jenis Pasir. Juga diamankan mobil Suzuki APV BG 1675 AW yang digunakan untuk mengangkut benih lobster.

Sementara itu, berdasarkan data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, kasus ini sudah divonis dalam sidang di PN Lubuklinggau, 21 Desember 2021.
Majelis hakim yang diketuai Faisal SH, dengan hakim anggota Ferri Irawan SH dan Marselinus Ambarita SH, menghukum Bambang Widodo satu tahun enam bulan penjara (1,5 tahun penjara). Serta denda Rp400 juta, jika denda tidak dibayar maka dihukum satu bulan penjara.

Menurut majelis hakim Bambang Widodo melanggar pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (2) huruf c UU No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dalam Pasal 27 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 55 KUHPidana.
Vonis ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau.

AdS SMSI

Continue Reading

MUSIRAWAS

Bupati Launching Bantuan Santunan Kematian Bagi Masyarakat Musi Rawas

Published

on

By

MUSI RAWAS- Bertempat di Auditorium Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura), Bupati Hj Ratna Machmud melaunching Bantuan Santunan Kematian Bagi Masyarakat Mura yang meninggal dunia, Jum’at (30/4/2021).

Bupati Kabupaten Mura, Hj Ratna Machmud mengatakan lauching santunan kematian ini merupakan upaya untuk meringankan beban dan bentuk bela sungkawa Pemerintah terhadap masyarakat Mura yang tertimpa musibah kematian.

“Launching ini merupakan bagian dari salah satu program prioritas untuk mewujudkan Musi Rawas MANTAB,”kata Bupati.

Dikatakannya, adapun syarat Bantuan Santunan Kematian diantaranya pertama warga Mura memiliki KTP Kabupaten, KK dan Akte Kelahiran. Kedua, warga Kabupaten yang belum memiliki KTP Kabupaten, karena hal tertentu tetapi terdaftar dalam KK. Ketiga warga Kabupaten yang orang tua/walinya mempunyai KK dan KTP Kabupaten dan yang bersangkutan terdaftar dalam KK atau Akte Kelahiran atau Surat Keterangan Kelahiran. Keempat masyarakat yang belum memiliki administrasi kependudukan, mendapatkan santunan kematian bagi yang meninggal, apabila telah bertempat tinggal di Mura sekurang-kurangnya 6 bulan yang dibuktikan dengan keterangan domisili dari Pemerintah Desa setempat.
Sedangkan, untuk pengecualian Bantuan Santunan Kematian diantaranya pertama melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama seperti bunuh diri, aborsi dll. Kedua Hukuman Mati sebagai akibat putusan pengadilan. Ketiga Balita yang Meninggal sebelum/genap berumur 1 tahun. Keempat melakukan kejahatan atau perbuatan pidana. Kelima akibat penggunaan Obat-obat terlarang berupa Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya dan terakhir Kematian akibat Bencana Alam.

Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud menambahkan, apabila bantuan santunan kematian ini dialokasikan terhitung setelah launching pada hari ini (kemarin).

“Untuk bantuan santunan kematian ini terhitung setelah launching bukan setelah pelantikan,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Agus Susanto menjelaskan alokasi dana untuk santunan telah tersedia kematian sebesar Rp6 miliar dan minimal jumlah yang mendapatkan santunan kematian yaitu 1 orang per Kecamatan. (Kris)

Continue Reading

Popular